Jumat, 09 Desember 2011

Harapan Terakhir Bunda

Pagi ini aku bersiap berangkat ke SMP ku, aku kelas 9 SMP, sebentar lagi aku akan mengikuti Ujian, yah.. ujian dimana kelulusan ku hanya ditentukan dalam 4 hari atau 8 jam itu, Ujian Nasional namanya, hmmm mungkin 4 bulan lagi aku dan teman-teman seperjuanganku akan melewati itu semua, aku hanya berharap Lulus saja, ups..  lulus sih lulus, tapi aku gak mau lulus dengan nilai bocoran ataupun lulus dengan nilai pas pas san. Hehehe.

Namaku Tara, aku bukanlah sesosok putri yang cantik ataupun terkenal di sekolah ku, aku hanya sesosok putri yang biasa-biasa saja, tetapi aku bangga dengan diriku meskipun aku biasa saja tetapi kehidupan ku sangat bahagia, aku memiliki ayah dan bunda yang sangat sayang pada ku, dan aku memiliki 3 kakak yang semuanya aku sangat cintai. 

Aku memiliki 3 kakak yang sangat hebat, yang pertama namanya Ka Rifta, yang ke dua ka Hasan, dan yang ke tiga ka Arin. Ka Hasan adalah satu-satu nya anak pria di keluarga ku, dia sesosok pemimpin jika ayah tak ada, ka Hasan lah yang paling jago Fisika diantara kami ber-4, kalau ka Arin dan Ka Rifta itu paling Jago memasak, pokoknya masakan mereka tak ada tandingan nya deh. hehehehe

Kalau aku jago apa yaa? Menurut teman-teman aku paling jago melukis, yah aku sadari itu karena sejak aku TK aku sering memenangkan lomba menggambar atau pun melukis dan sampai saat ini, sampai-sampai pernah ada guru di SD ku dulu yang minta di lukiskan foto keluarga nya, untung diberikan alat-alat lukis nya sehingga aku tak perlu mengeluarkan uang untuk beli cat ataupun kanvas nya.

Setiap hari hampir di rumah ku tak ada kesedihan, selalu ada tawa kegembiraan sekalipun ada duka di keluarga ku,  pasti kami mengatasi nya dengan senyuman, itulah yang membuat diriku bangga dengan keluarga ku, aku tak perlu rumah yang mewah, mobil yang bagus ataupun apa, aku hanya ingin keluarga ku berkumpul lengkap ada bunda, ayah, ka Rifta, Ka Hasan, dan Ka Arin tentu ada aku jugaa. Karena semua itu tak lebih bahagia jika dilalui tanpa bersama, kebersamaan lah yang menciptakan kebahagiaan di keluarga kami J.

Ternyata waktu berlalu semakin cepat, rasanya baru kemarin aku memasuki SMP dan bertemu
dengan sahabat-sahabat baru seperti Rani, Oktaf, atau si imut Laura, 
kini sebentar lagi kita akan menghadapi ujian itu dan akan meninggalkan SMP ini, sampai-sampai kami  pernah buat perjanjian kalau kami harus masuk ke SMA yang sama, karena perjanjian itu kami hampir setiap hari belajar bersama.

  • Saat sedang makan malam ada Bunda, ayah dan ka Hasan, kakak wanita ku sedang berhalangan makan malam karena sedang menginap di rumah teman nya untuk mengerjakan tugas katanya, jadi hanya kami ber-4, tiba-tiba ka Hasan memulai topik pembicaraan.

“ Tara, kapan kamu ujian de ? “ Tanya ka Hasan sambil mengelap bibirnya dengan sapu tangan.

“ hmm.. mungkin 2 bulan lagi ka ? “ jawab ku

Lalu ayah meneruskan pertanyaan ka Hasan

“ Kira-kira kamu mau meneruskan ke SMA mana de? “ ucap Ayah

“ Ke SMA bunda dulu saja de, sekarang sudah Sekolah bertaraf Internasional katanya, banyak anak teman bunda yang masuk sekolah itu “ sambung Bunda

Aku bingung sejujurnya aku ingin sekali masuk SMA bersama teman-teman ku, tetapi aku mau membanggakan bunda.

“ Tara masih bingung yah, bun, mungkin kalau nem tara besar, tara akan masuk SMA yang bunda inginkan, tara hanya minta doa nya saja, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Tara “ jawab ku

Lalu aku izin masuk kamar duluan, dan langsung mengambil air wudhu untuk sholat sunnah sebelum tidur, selesai sholat aku berdoa :

“ Ya Allah, jika engkau memberikan 2 pilihan yang harus aku pilih, maka berikan lah pilihan yang bisa aku ambil dan jalankan serta tidak mengecewakan orang lain, karena aku tak mau jika aku memilih salah satu pilihan itu ada tetesan air mata kekecewaan walaupun aku tak melihat nya, Ya Allah, engkau yang meha mengetahui maka aku meminta berikanlah hasil yang terbaik agar aku pun bisa memberikan senyuman kebahagiaan kepada mereka J

Tak terasa air mata ini berjatuhan seiring dengan lantunan doa ku pada Mu Ya Allah, saat aku merapihkan mukena ku, tiba-tiba bunda masuk ke kamar ku.

“ Sudah sholat de?Tanya bunda pada ku

“ Alhamdulillah sudah bun, ada apa bunda ? enggak biasanya bunda ke kamar Tara malam-malam seperti ini ! jawab ku

“ De, bunda mau kasih tahu sama Tara, bunda ingin sekali Tara bisa menjadi muslimah, bunda pengen lihat Tara ke sekolah memakai Jilbab, seperti ka Rifta dan Ka Arin, mungkin Tara belum siap, tetapi Tara kan sudah mulai beranjak dewasa sayang, Tara harus menutupi Aurat Tara, ini semua demi kebaikan mu de, bunda bilang seperti ini , karena bunda sayang sekali dengan Tara “

Aku terdiam mendengar ucapan bunda, dan aku memeluk bunda sambil berkata
“ InsyaAllah ya bunda, Tara akan menutupi aurat tara “
  •  Satu minggu lagi, aku menghadapi Ujian Nasional tak terasa waktu ku lalui begitu cepat, dan aku belum melaksanakan keinginan bunda, sampai suatu saat ku dengar dengan tak langsung obrolan ka Rifta dan Ka Arin di kamarnya.
“ Rin, kita kelewatan gak sih, gak ngasih tahu sama Tara kalau bunda terkena Kanker Payu Darah ucap ka Rifta

“ Mungkin kelewatan kak, tapi kan Tara sebentar lagi mau Ujian Nasional, Arin takutnya kalau Tara tahu bunda Sakit, Tara gak konsentrasi saat Ujian nya nanti, dan Tara gak mendapatkan hasil yang Maximal “ Jawab ka Arin

Astaghfirullah, Apaaaa?? Bunda terkena Penyakit Kanker Payu Darah? Kenapa semua nya disembunyikan pada ku ? Kapan Bunda terkena Penyakit itu ?. Aku langsung lari ke kamar dan menangis, Kenapa harus bunda ya Allah yang kau berikan Penyakit ini ? Kenapa gak Tara saja? Ya Allah Tara gak mau bunda sakit, Tara belum siap kalau di keluarga Tara ada yang hilang, Tara gak bisa melihat bunda yang harus melewati hari-hari nya dengan kesedihan, Tara belum mampu kehilangan sesosok Bunda yang sangat-sangat Luar Biasa Ya Allah.

  •  Hari Ujian pun tiba, dan Semalam Bunda harus masuk Rumah Sakit karena Hari ini Bunda
harus di operasi, sebelum bunda dibawa ke rumah sakit bunda bilang pada ku,

“ Tara, selama tara ujian Tara harus persiapkan fisik tara ya, jangan memikirkan bunda nak, bunda baik-baik saja kok, dan satu permintaan bunda, tara jangan ke rumah sakit yah saat tara ujian,
 karena Bunda gak mau Waktu tara belajar hilang karena harus menjenguk bunda, Berikan yang terbaik yah sayang untuk bunda, bunda sayang sama Tara, bunda ingin melihat Tara bisa masuk sekolah yang Tara Inginkan. I Love you My Children .. Tara “

Aku memeluk bunda sambil menangis, aku berjanji pada diriku sendiri aku akan fokus menghadapi Ujian nasional ini, aku akan membawakan Kabar pada Bunda , kalau aku Lulus Ujian dengan nilai yang Terbaik .

  • Sudah kulewati 3 hari ujian nasional, besok hari yang terakhir, pokoknya besok pulang dari Ujian aku akan langsung ke Rumah sakit melihat bunda, aku akan memakai Jilbab sesuai dengan permintaan Bunda

Alhamdulillah, Ujian nasional telah ku lewati dengan cukup baik, walaupun selalu kepikiran bunda, tetapi aku yakin hasil ujian ku akan bagus, dan aku akan masuk ke SMA yang bunda inginkan. Semuanya akan ku berikan untuk Bunda.

Saat sampai di rumah sakit dengan wajah yang gembira dengan memakai jilbab putih karena ingin bertemu bunda, saat melihat pintu kamar bunda terlihat Ayah, Ka Rifta, Ka Arin dan Ka hasan menangis, kenapa mereka Menangis ya Allah? Ku melihat ka Rifta dan ka Arin memeluk Ayah ? apa yang terjadi ? . Aku pun berlari menghampiri dan bertanya pada ka hasan

“ Kak, ada apa ini ? kenapa semuanya menangis? Ada apa kaa? Apa yang terjadi pada bunda? Kak ada apaa ? “ aku bertanya dengan penasaran dan sangat panik.

Kak hasan terdiam dan menjawab pertanyaan ku dengan memeluk ku.

“ Tara, tara harus sabar yah sayang, Bunda sudah diambil oleh Allah SWT, bunda meninggal setelah Operasi, tara harus sabar ya de, ini semua kuasa Allah, insyaAllah bunda disana mendapatkan tempat terbaik yaitu Surga “

Aku menangis menjerit, aku tak bisa melihat wajah terakhir bunda, aku tak bisa menunjukkan sama bunda kalau aku, Tara sudah memakai Jilbab , ini semua untuk Bunda, Bunda maafin tara karena tara belum bisa melihatkan Tara yang sudah memakai Jilbab sama Bunda. Tara janji tara akan masuk ke SMA yang Bunda Inginkan, Tara sayang sama Bunda…

Dan Akhirnya Tara mendapatkan Nilai UN tertinggi di Sekolah nya, dan tara melupakan perjanjian dengan sahabatnya untuk memasuki SMA yang sama, kini Tara memasuki SMA yang bunda harapkan. Tetapi semua itu terlambat karena Tara belum bisa memberikan kebahagiaan ini untuk Bunda, Semoga bunda bisa melihat di Syurga !

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar